kisah teladan

dapet copy paste, isinya keren.
brothers, watch my back, k?

Terdapat artikel di salah satu surat kabar atau
majalah, terasa lucu dan menarik artikel ini.

Isinya sebagai berikut :

Suatu malam, seorang wanita tidak pulang ke rumahnya. Keesokan harinya, dia memberitahu suaminya, kalau dia menginap di rumah teman wanitanya.

Suaminya menelepon 10 orang teman istrinya yang paling akrab, dan hasilnya tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal ini.

Sebaliknya, suatu malam seorang pria tidak pulang ke rumahnya. Keesokan harinya, dia memberitahu istrinya, kalau dia menginap di rumah teman prianya.

Istrinya menelepon 10 orang teman suaminya yang paling akrab, dan hasilnya : 8 orang diantaranya memastikan kalau suaminya menginap di rumah mereka, dan 2 orang lainnya
bahkan mengatakan bahwa suaminya MASIH berada di rumah mereka!

Terasa menarik, seorang suami yang membaca artikel ini segera memanggil istrinya untuk membaca artikel ini, tidak disangka istrinya malah ingin mencoba apakah memang benar seperti yang ditulis di artikel ini.

Suaminya menasehatinya supaya JANGAN MENCOBA, tapi tidak berguna.
Istrinya mengangkat telepon dan menghubungi satu persatu teman akrab suaminya, menanyakan apakah suaminya bersama mereka. Dan hasilnya tentu saja. Apa yang ditulis dalam artikel ternyata berlaku di seluruh pelosok dunia!

Yang parahnya, ada salah satu teman suaminya malah mengatakan suaminya mabuk dan sampai sekarang masih tidur di dalam rumahnya.

Dan malah bertanya kepada istrinya apakah perlu membangunkan suaminya untuk mendengar
telepon?
Istrinya kaget dan tidak mau membuat malu teman suaminya dan berkata sudahlah gak apa apa.

Begitu istrinya menutup telepon, handphone suaminya langsung berdering. Begitu suaminya menjawab telepon, teman suaminya berkata :
Dimana kamu? Cepat pulang ke rumah! Istrimu mencari cari kamu dari tadi, saya bilang kamu mabuk di rumah saya. Oh ya! jangan lupa minum sedikit bir sebelum pulang!

wakakaka...
mari kita teladani, wahai sahabad2kuw

Posted at di 13:03 on Aug 30, 2006 by | 2 komentar | Filed under:

poor pluto

betul kata e.d. kalo pluto secara resmi terlempar dari keluarga planet.

kalo ga salah baca, orbit pluto berbeda dengan orbit benda langit lain yang dikukuhkan *halaaaah bahasana* sebagai planet.

itulah kita, manusia.

terjebak definisi sendiri. terkotak pikiran sendiri.
terpisahkan penjabaran, penafsiran, logika dan semua hal yang pararel artinya dengan itu.

walaw akhirnya disalahkan oleh penafsiran baru.

lalu siapakah pemilik definisi ?
siapa pemilik kebenaran?

aing!

wakakaka

Posted at di 22:49 on Aug 27, 2006 by | 1 komentar | Filed under:

moment of love

pada tanggal ini, sulit untuk tidak mengingatnya.

masih jelas semuanya. masih lekat di kepala.

sebelas desember, sore.

paviliun rumah sakit.

tangis menghujan tidak membuat yakin.
apa yang telah terjadi.
apa yang sudah diambil.

lalu,
aku di pintu. melihat. ada kepala yang miring ke kanan.

ibu berdiri dekat kakinya, merapikan selimut

tiga langkah mendekat. dia terlihat seperti sedang tersenyum.
ada lutut yang goyah.

dengan ibu beradu tatap. mata yang semakin panas.
tapi tak ada air di mata ibu.

tangannya menyentuh lengan kanan yang tak sadar mengepal.

"sabar, nak"

lalu inderaku membuta.

menghampirinya.
berusaha menangkap wajahnya dengan mata yang mengabut.
ah, dia memang tersenyum.

untuk pertama dan terakhir kali, aku mencium keningnya.
tepat di antara kedua mata.

apakah dia tahu, bahwa dalam kebudayaan tertentu, mencium seseorang tepat di antara matanya berarti sangat dalam?

sudah terlambat untuk meberitahunya saat itu.
itu berarti cinta.

mungkin dia tahu, mungkin juga tidak.
tapi sepanjang hidupnya, dia tahu, tak pernah ada cinta yang diucapkan. atau dilakukan, atau setidaknya ditunjukkan.

aku seperti dia. tak pandai berkata-kata.
aku seperti dia. tak bisa menunjukkan rasa.

tapi saat itu, aku merasa aku tidak memberikan sesuatu yang pantas dia dengar, dia terima, atau setidaknya dia lihat.

ibu menyentuh lengan.
"ga boleh nangis."

aku memeluk kepalanya, merangkulkan lengan di lehernya.
mengatupkan geraham kuat-kuat. merapatkan mata yang hendak bertelaga.

"baru selesai diseka" ibu berkata pelan.
nada seorang mahaguru kerelaan.

lalu ibu menyentuh kedua tangannya yang telah terlipat di atas dada, seolah tak ingin ada yang tidak sempurna bagi imamnya.

aku menatap wajah ibu.
wajah mahaguru cinta.

lalu ibu berkata setengah berbisik, "pileuleuyan akang, manawi teh urang bakal sasarengan ngasuh incu".
nada seorang mahaguru yang berduka.

aku larut,
lalu meledak.


sampai saat ini. itulah saat yang jelas tertanam.
bahwa cinta, kadang mengambang di udara.
memenuhi paru-paru, menenggelamkan jiwa.

aku yang tak rela karena aku mencintainya,
menyesal karena aku mencintainya.
ibu yang menjadi mahaguru, karena cintanya tak terpisahkan apapun, tak terganjal satu hal pun, kecuali ajal.

itulah saat penuh cinta. saat duka membuktikan bahwa kami, adalah para pencinta.

ps.
dad, i love you.

Posted at di 21:31 on by | 2 komentar | Filed under:

sel kelabu

begadang, tidur jam sepuluh, bangun jam duabelas siang dengan pertanyaan di kepala.
tiba-tiba melintas begitu saja.

saha pencipta kalimat 'era mah *taeun* na tarang dipitaan'

kadang gue takjub sama diri sendiri.

*halah, mamen*

ga ngerti alur pikiran sendiri

Posted at di 13:25 on Aug 24, 2006 by | 1 komentar | Filed under:

planet korong pamer paha

tebakan klasik : naha nu ngorong dibulet-bulet?
soalna kalau dibikin segi enam susah

baca koran hari ini, katanya planet jadi selusin, nambah tiga dari asalnya sembilan. beberapa hari ke depan, astronom sedunia mau ngumpul buat mutusin, mana yang bisa disebut planet, mana yang ngga.

hubungannya dengan upil adalah, katanya, salah satu syarat yang diusulkan sesuatu benda langit bisa disebut planet adalah bentuknya 'harus bulat oleh gravitasinya sendiri' whatever that means.

bulat, yes. jiga korong.

trus baca detik, ada singkatan aneh. pamer paha. padat-merayap-tanpa-harapan.
*halaaaaah*
endonesa banged!

ternyata menulis tidak membuat lebih baik. gua abis bahan.

tetep galau....
wakakakaka

Posted at di 13:01 on Aug 22, 2006 by | 1 komentar | Filed under:

tajem

*nguap*

ngantuk? ati-ati di jalan. ntar ketiduran

ketiduran siapa?

Posted at di 22:40 on Aug 16, 2006 by | 0 komentar | Filed under:

puruluk



Posted at di 23:16 on Aug 15, 2006 by | 3 komentar | Filed under:

rumah internet

selalu ada semangat pada setiap hal baru.
umurnya belum duapuluh empat jam. masih seadanya.

ga ada headset, ga ada floppy, ga bisa burn, ga isa transfer file lewad blutut.

casing pc belum di paten.

personally, ga ada niat laen di kepala, selaen membuktikan kalo gue juga bisa.

terlalu lama berada di ketiak orang laen emang gerah juga. merasa inferior kayanya bukan tameng dari sifat gue yang kadang cenderung agresif kalo kesinggung.

gue ngga sempurna, apalagi di mata seorang perfeksionis,
hiks..

sebegitu pentingnyakah gue mencari pengakuan ? *halaaah..*

my fellow mate, maen-maen ya ke palasari. ada rumah internet di sana.
rumah lu
rumah gue

Posted at di 00:25 on by | 4 komentar | Filed under:

turun

perjalanan adalah tujuan
apakah engkau hanya sekadar perhentian?

Posted at di 05:02 on Aug 10, 2006 by | 0 komentar | Filed under: