cerita buat ali

siang sebelum jam tidur.
ayah dan anak di kursi panjang.

ay, mau cerita, ali meminta
*ayah seneng dipanggil 'ay' daripada 'yah', entah kenapa.

boleh, mau cerita apa?

mau cerita anak kecil sama ayahnya.
tangan mungil memegang susu kemasan, dengan sedotan yang mulai menyentuh bibir.

boleh..
kan gini, ada anak kecil sama ayahnya pergi jalan-jalan.
jalan-jalannya ke mana, al?
*ayah ga tau, apakah anaknya lebih seneng dipanggil 'al' atau 'li'*

ke toko mainan!

iya, ayahnya sama anak kecil teh jalan-jalan ke toko mainan. terus beli apa di sana?

beli pistol. dua. ayahnya satu sama anak kecilnya satu.

iya, abis beli mainan teh terus jalan-jalan ke rumah tentara.

*mata ali berbinar, pistol, tentara, orang gagah, itu cerita dia banget*

tentaranya juga punya pistol ya ay?

iya.

tentaranya gagah ya ay?

iya.

terus gimana?

terus, tentaranya ajak anak kecil jalan-jalan naik tank..

*ali tambah semangat*

terus gimana ay?

anak kecilnya sama tentara jalan-jalan naik tank, terus di perempatan ketemu polisi..

polisinya punya pistol juga ya ay?

iya.

polisinya gagah juga ya ay?

ngga, polisinya teh gendut, kaya babi

*ali bingung*

terus?

terus sama tentaranya teh polisinya ditembak perutnya, ditembak kepalanya, terus polisinya teh jatuh ke sungai...

sedotan mulai lepas dari bibir ali, ayah ga peduli, terus nyerocos..

terus sungainya teh lagi banjir, badan polisinya teh hanyut dibawa air, terus di sungainya teh ada buaya, terus buayanya teh makan polisi...

ali histeris.
meloncat turun dari kursi, mulai menjerit.
bunda, ayah nakal, ali kesel.

ayah ketawa-ketawa,
sorry kid, but i hate cop
i really hate them

lol

Posted at di 14:28 on Dec 29, 2006 by | 1 komentar | Filed under:

sesak

lalu Dia berkata,
lihat Aku di mata ibumu.


gue ga sadar kalo nahan napas waktu baca beritanya.

Posted at di 23:41 on Dec 24, 2006 by | 0 komentar | Filed under:

but i do not

Posted at di 22:45 on by | 0 komentar | Filed under:

16 desember

sedikit sebelum siang, di bawah pohon
gue, muir, herman
dadi di barisan depan sama mila

ginanjar di dalem.

empatbelas tahun bareng, entah keberapa kali duduk begini berulang.
hanya dibedakan suasana.
sekarang nikahannya ginanjar
dulu mungkin sekadar duduk di bawah pohon, pulang skolah di depan rumah si moh.
atau nongkrong di bak sampah samping sekolah

berbagi sembilanpuluhan, berbagi kebodohan.
berbagi hampir segalanya.

*terus ada juru kawih lewat*
kacapi suling on

berbagi komentar lagi
muir ngebahas teknik pentatonis
gue cuman nikmatin
herman mangap liat sinden
dadi ngajak ke panti
lol.

lalu ada sanak kerabat pengantin lewat.
perempuan tentu.

kembali berbagi komentar.
empatbelas tahun sudah berbagi komentar
berkembang, pasti.

dulu sekadar, 'geulis nya'
paling cuman diiyain sambil curi liat

sekarang,
kata muir, kalo dari badannya, blon kawin tuh
kata gue, 'sampe menuh-menuhin bungkusnya tuh de'
herman menyumbang bahasa tubuh sebagai komentar, melotot dan nganga

dulu berbagi contekan
sekarang berbagi merk obat diare buat anak-anak
dulu rokok sebatang barengan
sekarang bikin usaha sama-sama

waktu tidak pernah menjadikan kami tua
tetap delapanbelas, setahun lepas sma

*tapi pan ini di kawinan ginanjar*
iya, tapi kita kan bisa time travel kapan aja.

dulu saling mendukung kenakalan,
atau bersaing demi seorang siswi
sekarang saling menutupi kebohongan,
depan bini

ah, my good old shoes..

Posted at di 03:04 on Dec 20, 2006 by | 1 komentar | Filed under:

kahatur: herman

When the heart
Is cut or cracked or broken
Do not clutch it
Let the wound lie open

Let the wind
From the good old sea blow in
To bathe the wound with salt
And let it sting.

Let a stray dog lick it
Let a bird lean in the hole and sing
A simple song like a tiny bell
And let it ring

Let it go. Let it out.
Let it all unravel.
Let it free and it can be
A path on which to travel.

*dapet copas*

Posted at di 23:49 on Dec 13, 2006 by | 2 komentar | Filed under:

republik sinting

bukannya sok peka terhadap apa yang terjadi, tapi menurut gue, ada yang kebolak di republik ini.

1. YZ VS ME
2. AA VS AP (Anti Poligami)
3. Kantor catatan sipil VS penganut kepercayaan

benang merahnya, menurut gue, agama.

pertama, gue ga mungkin menyatakan dukungan gw terhadap aa (konflik kepentingan dong, wakaka). tapi menurut apa yang gue liat, inilah yang terjadi :

YZ cuman 'sial' doang. lupakan kalo dia penggagas RUU APP dan ketua bidang kerohanian partai golkar. lupakan itu, dia cuman 'sial', titik.

btw, lu orang pada tau ga, kalo di saluran pembuangan gedung dpr, tiap hari ditemuin kondom?

di sisi sebelah sana, ada aa gym yang ngaku poligami. terjadilah keresahan nasional di kalangan perempuan republik sinting ini.
mau pilih yang mana? video laki sendiri lagi kuda-kudaan jadi konsumsi internasional?
(di australia, beritanya kurang lebih, 'Sex, Lies & Cameraphones') keren ya?
atau jadi istri yang diduakan suami? yang sebetulnya secara tidak langsung, menurut gue, dalam kasus aa, si tetehnya udah mengijinkan?

yang bikin lebih buruk, menurut gue, ternyata selama ini orang-orang lebih melihat siapa yang ngomong, daripada apa yang diomongin. kasusnya kena ke aa. orang-orang ramai menghujat seseorang yang tadinya mereka jadikan idola. padahal bagi gue, salah aa apa? dia melanggar apa? apa karena perbuatannya ga kena di hati mendadak semua yang dia omongin selama ini jadi salah? pan tidak.
kalo istrinya dah bilang boleh, trus lu mau apa?

dalih lain, kalo emang niat nolong, kenapa ga janda aceh, atau korban lapindo aja yang dinikahin. itu, nonsense buat gue. lelaki muslim, dianjurkan memilih istri karena agama, rupa, kekayaan, dan keturunan. tapi barangsiapa yg memilih agama sebagai alasan, itu yang terbaik, kata hadits.
terus kata aa, agama si istri keduanya ini bagus.
ada yang salah dengan itu? berarti aa memilih sesuai anjuran rasul dong.

kasus ketiga, catatan sipil menolak mengeluarkan buku nikah buat penganut aliran kepercayaan. kasusnya dah nyampe mahkamah agung sekarang.
ini kasus yang tersisih dua kasus gede di atas, padahal, bagi gue penting juga.
sepasang pengantin menikah menurut agama yang mereka anut, yang sayangnya diluar lima agama yang diakui pemerintah. catatan sipil menolak mengakui. akibatnya, anak yang dilahirkan, menurut hukum positif di negeri ini, adalah anak tanpa bapak.

sinting pan?


off topic, gue nanya bini dong masalah aa, hehehe,
jawabannya bermata dua. dia bilang, gua terima kalo agama bilang gitu. kalo lu udah pantes buat poligami, gue ntar bilang. tapi sekarang, my dear hub, dream on.

fair enough
wakakaka

Posted at di 18:13 on Dec 7, 2006 by | 0 komentar | Filed under:

new meaning

tampolong kaleng
belut ditalian
tong ngomong, gandeng,
ng**** sakalian



*seuri gugulitikan*

Posted at di 20:57 on Dec 3, 2006 by | 0 komentar | Filed under:

ketawa kuning a.k.a seuri koneng

kata edj :

Kata-kata seorang pendiam selalu berharga, diam seorang tukang omong selalu bermakna.

Dan akan selalu ada waktu buat menyesal. Santey we. Naha jiga milosofis kieu nya? Hehehe!


ampe gue quote!

Posted at di 20:46 on by | 0 komentar | Filed under:

kanan kiri

okay. sekarang gua kasih pilihan. mana yang lebih baik, menyesal karena telah mengatakan sesuatu, atau menyesal karena tidak mengatakan sesuatu ?

hese nya?

hell yeah, menjadi bodoh adalah pilihan setiap orang.

Posted at di 05:19 on by | 1 komentar | Filed under: