inbox



you push me to do that, i thought you never want me at all, you never say a word to make it clear.
how am i suppose to do? it's not an easy thing to me

sender:
***
+6281*********
Sent:
8-June-2003
17:35:51

but it's breaking my heart to know i've got to let you go. to find that i must leave behind the only love i know.
i can tell a thousand lies, but tell me how do i...

sender
***
+6281*********
Sent:
8-June-2003
21:50:03

all my dreams turn to grey because all the vision that i see is not for real, can you hold my hand, and help me stand because
all the dreams i ever had it always fail.. again...

Sender
***
+6281*********
Sent:
7-June-2003
09:56:44

i understand there's no future for us, guess i fooled myself in to thinking there was, now you've made it clear. it will never be right, guess
we knew it all along..

Sender
***
+6281*********
Sent:
8-June-2003
21:34:27

now we have to say goodbye and i've got to be strong, so tell me one more time how it's better for the both of us, tell me one more time how we'll hurt
each other if we stay..

Sender
***
+6281*********
Sent:
8-June-2003
21:39:54

Posted at di 06:58 on Jun 10, 2003 by | | Filed under:

satu

mari kita duduk,
akan aku ceritakan kisah kanak-kanak,
tentang manusia pohon, tentang kertas surat, dan tentang lelaki yang jarang menampakkan mukanya.
ini buku tentang kita
lalu engkau buka halaman demi halaman di kepalamu
'mungkin ini kali terakhir kuceritakan padamu',
lalu matamu meraih lampu, mungkin ada petunjuk bagaimana merangkai kata, disana

tapi sungguh, kita hanya butuh kesunyian, satu kali lagi ritual sunyi terakhir
karena diamku sangat riuh,
dan sepimu menyimpan gemuruh

kausebut satu-satunya pelukan, saat itu
di dekat pintu ruang tamu,
tempat aku memotong kuku di jari halus milikmu
ruang tamu dengan karpet hijau itu?
tempat aku memaku pandangan, menyiakan raut indah di depanku?

lalu kau buka lagi halaman lain,
duabelas tahun dalam halaman itu
adakah aku diantaranya?
'tentu' jawabmu
begitupun aku, dalam catatan sepi dan perih nadi
selalu ada namamu disana.

lihatlah sekarang, bagimana waktu menuntun kita
satu-satu
ribuan tangan malam melahirkan kita kembali
pernahkah kita berpikir, kita akan duduk bersama lagi ?

lalu kaubacakan sepenggal isi surat
rayuan gombal yang tetap membuatmu terbuai
lalu kita tersenyum, entah pada apa

terimakasih, masih ada bulat mata dan merah rona yang terlalu berharga untuk tidak dinikmati,
karena mungkin takkan ada lagi.


dan tibalah kita di halaman terakhir
dari buku yang akan kuberi judul ironi
'pernah aku ingin memberimu mahkota' katamu
kaubalik-balik lagi lembaran kertas ingatanmu,
diantara dia, dia, dia, mereka
hanya engkau satu, terpilih jadi imamku

pantaskah aku? kelu suaraku
orang yang sering membuat sembab mata indahmu?
hanya engkau satu, katamu
lalu aku menggigil

'tak apa' kau bilang, lupakan saja
engkau telah dengan hidupmu,
dan aku dengan akan takdirku

ucapanmu menjelma menjadi gelombang





Posted at di 09:38 on Jun 3, 2003 by | | Filed under:

"Don't be so humble - you are not that great."

Posted at di 09:23 on by | 1 komentar | Filed under: